Now Playing Tracks

air-sunyi:

Permen Itu Masih Terasa di Mulutku

Seorang lelaki tua masuk rumah sakit disebabkan umurnya yang telah senja dan badannya melemah.

Setiap hari seorang pemuda datang mengunjunginya dan duduk setia di samping beliau. Dia membantu lelaki tua itu baik memberinya makan atau mencuci pakaiannya.

Dia juga menemani lelaki tua tersebut sambil berbincang ringan di taman rumah sakit lalu membantunya kembali ke ruangan tempat lelaki tua beristirahat. Dia pula membantu beliau berbaring.

Sang pemuda pun pergi setelah beliau tenang beristirahat.

Masuklah seorang perawat untuk memberikan obat kepada lelaki tua itu sambil berkata:

“Masya Allah wahai paman, begitu mengagumkan apa yang dilakukan oleh anak anda kepada anda. Amat langka di zaman ini seorang anak berbakti kepada orang tuanya.”

Lelaki tua itu memandang perawat tersebut sambil berkata di dalam hatinya:

“Dia mengira bahwa pemuda tadi adalah anakku”

Beliau pun berkata kepada perawat tersebut:

“Pemuda tadi bukanlah anakku seperti yang engkau duga. Dulu, dia seorang anak yatim di lingkungan tempat kami tinggal. Kala itu, aku melihatnya menangis di samping pintu masjid setelah ayahnya meninggal.

Lalu aku membelikannya permen. Tangisannya pun terhenti sejak permen kuberikan.

Kini dia telah dewasa. Semenjak dia mengetahui keadaanku dan istriku yang sudah menua, dia mengajak istriku tinggal di rumahnya lalu membawaku ke rumah sakit ini untuk berobat.

Saat aku bertanya kepadanya:

“Wahai ananda, kenapa engkau membantuku seperti ini?”

Dia pun menjawab dengan penuh senyuman:

“Wahai paman, permen itu masih terasa di mulutku hingga detik ini.”

_____
Diterjemahkan secara bebas dari sebuah page berbahasa arab. Judul di atas dari penterjemah.

By : Fachrian Almer Akiera

Ya Allah,Ya Rahman,Ya Rahim..
Jika Engkau takdirkan panjang usiaku
Tetapkanlah aku di jalanMu
Agar aku istiqamah menjejaki keredhaanMu
Teguh menjalankan perintahMu,tunduk pada ketentuanMu.
Jadikanlah diri ini orang yang selalu menjauhi laranganMu.
Agar tidak sia-sia sisa umurku berlalu…

Amin.

afifahnashr:

lemah dan hina, tapi wajib mulia

Allah Maha Kuasa

Ciptakan manusia

Lemah dan hina

Tapi wajib mulia

Orang hina temannya setan

Orang lemah dijajah kafir

Orang mulia harap ridho-Mu

Rela mati demi al islam

Teringat sebuah lagu lama,

Yang dilantunkan pada sebuah tempat pembinaan yang luar biasa.

Saya hanya manusia biasa yang lemah Ya Allah..

Tapi Engkau berfirman,  

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” 

QS 17:70

Dibalik kelemahan kami, Engkau muliakan kami, Engkau berikan potensi, Engkau sempurnakan kami dengan kelebihan yang tak dimiliki makhluk-Mu yang lain. Engkau pula yang memberikan amanah ini untuk dipikul oleh manusia, bukan makhluk-Mu yang lain.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” 

QS. 33:72

Mengutip kata-kata teman saya.. “Allah Menciptakan kamu, berarti kamu dipercaya untuk mampu jadi orang yang sangat berguna.”

Ketika kita telah dipercaya oleh Allah, maka tak pantas bagi kita untuk mengkhianati-Nya. Yang mempercayai kita bukan lagi manusia, tapi Allah. Pernahkah merasakan ketika kita mengkhianati seseorang kemuadian orang itu tak mempercayai kita lagi, bahkan tak lagi peduli pada kita? Bayangkan jika Allah yang merasa dikhianati oleh kita.. dan Ia tak mempercayai kita lagi. Naudzubillah..

Memang, yang rugi bukan Allah. Allah sama sekali tidak merasa rugi, Ia masih bisa memilih manusia lain yang lebih berkualitas, yang lebih Ia percaya daripada kita. Tapi kitalah yang rugi! Apa jadinya diri ini tanpa kasih sayang Allah?? Kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita. Maka cari tau apa yang Allah mau.. Bukankah setiap penciptaan itu memiliki tujuan?

Mengingatkan diri, dan mengingatkan orang lain juga.. Tak perlu mulia di hadapan orang lain, mulia di hadapan makhluk Allah tidak akan berarti apa-apa.. Jadilah yang mulia di hadapan Allah, asalkan Allah ridho, kebahagiaan dan keselamatan akan menghampiri kita. Walau tidak sekarang, tapi nanti. Di negeri akhirat yang kekal.. Jadilah yang terbaik,  di hadapan Allah.

diambil dari : http://lutfiahhanifah.blogspot.com/

To Tumblr, Love Pixel Union