Now Playing Tracks

"kesendirian" mungkin terdengar menyedihkan dan sengsara haha
people think being alone makes you lonely, but i don’t think that. karena terkadang kesendirian itu dibutuhkan untuk mengistirahatkan semua prasangka, semua perasa.
fisik juga butuh jeda untuk istirahat. bahkan batinpun butuh istirahat. karena kita butuh waktu untuk melihat kondisi jiwa kita agar tetap stabil dan tahan dalam menghadapi segalanya.
dan dalam kesendirian itulah waktunya. waktu untuk mengintropeksi semuanya.
puisipun membutuhkan jeda dan tempo agar terdengar indah. begitupun kehidupan. butuh jeda jeda setiap ceritanya.
and that’s what i need at the moment.
cause i’m not alone. Allah is always with me :)

aaaaanti:

rendiermansyah:

http://www.youtube.com/watch?v=EHAuGA7gqFU

nemu ini di fb, keren banget! sy cari deh di youtube soalnya gak bisa di copy di fb :)

2 + 2 = 5 kenapa? pokoknya 2 + 2 = 5

Kebohongan yg diulang - ulang akhirnya menjadi kebenaran

Oleh karena itu salah satu hal yg harus kita syukuri adalah berupa nikmat pemahaman, pemahaman kita adalah pemahaman Islamiyah yang bersih, kita meyakini bahwa Islam adalah sistem sempurna yang menyentuh seluruh segi kehidupan manusia. kita meyakini bahwa Alqur’an yang mulia dan Sunah Rasul yang suci adalah tempat kembali setiap muslim dalam memahami hukum-hukum Islam. oleh karena itu dalam memahami Al-Qur’an kita harus sesuai dengan kaidah-kaidah Bahasa Arab tanpa memaksakan diri dan serampangan. Selanjutnya kita memahami sunah yg suci melalui perawi hadis yg terpercaya.

Kita berislam bukan hanya karena orang tua kita Islam, tapi kita juga memahami kenapa kita berislam sehingga semua konsekuensi yang ada bisa kita jalankan :) 

mungkin orang tahu bahwa sesuatu itu salah, tapi pengkondisian2lah, yg menyebabkan kesalahan itu menjadi benar dan orang yg memahami kebenaran disalahkan bahkan dimusnahkan :) 

Itu Hikmah yg bisa sy ambil, silahkan ambil hikmah lainnya menurut kamu :)

2 + 2 = 5.
Tentang kebohongan atas suatu….. kebenaran.
Ada yang diam atas kebohongan dan menjadikan ketakutan sebagai sebuah pembenaran.
Ada yang mencoba meluruskan kebohongan namun tidak cukup berani untuk berjuang.
Ada yang berjuang mempertahankan kebenaran kemudian gugur di medan perang.
Ada yang menolak kebohongan, tidak cukup berani untuk berjuang, namun menolak dengan pasti dari lubuk hati yang paling dalam.

Kalau kamu, tipe yang mana? :)

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca selepas habis solat, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, lalu untuk mencukupkan bilangan seratus dengan membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadir” maka akan diampunkan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih air laut.” (HR Muslim)

(Source: lulumimo)

air-sunyi:

Permen Itu Masih Terasa di Mulutku

Seorang lelaki tua masuk rumah sakit disebabkan umurnya yang telah senja dan badannya melemah.

Setiap hari seorang pemuda datang mengunjunginya dan duduk setia di samping beliau. Dia membantu lelaki tua itu baik memberinya makan atau mencuci pakaiannya.

Dia juga menemani lelaki tua tersebut sambil berbincang ringan di taman rumah sakit lalu membantunya kembali ke ruangan tempat lelaki tua beristirahat. Dia pula membantu beliau berbaring.

Sang pemuda pun pergi setelah beliau tenang beristirahat.

Masuklah seorang perawat untuk memberikan obat kepada lelaki tua itu sambil berkata:

“Masya Allah wahai paman, begitu mengagumkan apa yang dilakukan oleh anak anda kepada anda. Amat langka di zaman ini seorang anak berbakti kepada orang tuanya.”

Lelaki tua itu memandang perawat tersebut sambil berkata di dalam hatinya:

“Dia mengira bahwa pemuda tadi adalah anakku”

Beliau pun berkata kepada perawat tersebut:

“Pemuda tadi bukanlah anakku seperti yang engkau duga. Dulu, dia seorang anak yatim di lingkungan tempat kami tinggal. Kala itu, aku melihatnya menangis di samping pintu masjid setelah ayahnya meninggal.

Lalu aku membelikannya permen. Tangisannya pun terhenti sejak permen kuberikan.

Kini dia telah dewasa. Semenjak dia mengetahui keadaanku dan istriku yang sudah menua, dia mengajak istriku tinggal di rumahnya lalu membawaku ke rumah sakit ini untuk berobat.

Saat aku bertanya kepadanya:

“Wahai ananda, kenapa engkau membantuku seperti ini?”

Dia pun menjawab dengan penuh senyuman:

“Wahai paman, permen itu masih terasa di mulutku hingga detik ini.”

_____
Diterjemahkan secara bebas dari sebuah page berbahasa arab. Judul di atas dari penterjemah.

By : Fachrian Almer Akiera

We make Tumblr themes